Sabtu, 21 Februari 2009

unek unek

ketika matahari terbenam…nampak kelembutan alam..yang perlahan tertangkap olehkubahwa hari kan menjelang malam
nuansa indah berselimut kabut…jauh dari keramaian kotatempatku berada ..menyendiritanpa siapapun disini
deburan ombak yang keras..hanyalah temanku sampai esok haridimana aku akan kembalimerasakan lagi realita kehidupan




jika aku yang jadi kekasihmu…tak kan kubiarkan hatimu bersedihlindungimu dari terpaan angin dan hujanagar kau nyaman bersamaku
disaat kau tuliskan syair sedihkuberharap kau baik -baik sajadan mengingatkanku untuk menjagamuselalu dan selalu




kasih,janganlah marah padaku…karena wajahmu tetap cantikmeskipun kau tampak cemberut
kasih,baca dan rasakan isi puisikusenandung cinta kunyanyikanberharap kau menerima cintaku
siang malam kuperhatikankau menulis syair indahmengiringi lelap tidurkuoh,sang dewi pujaan hatiku…





matahariku bersinarlah sepanjang haribiarkan mega beradu dengan terikmumembentuk pelangi warna warniagar lukisanku menjadi semakin indah
asaku kembali dalam pelukankudan tanganpun menggenggam harapanbukan cinta tapi kehidupan nyatayang harus kubawa dilangkahku
terbang mengembara disegala penjurumencari jejak yang tertinggaloleh setiap makhluk dimuka bumiyang setiap saat bergerak dihabitatnya




aku hidup dari belas kasihan orangaku siapa , kamu siapa, dia siapajulurkan saja belas kasihanmu, karena aku lapar
aku tak butuh simpatikmu, aku hanya butuh sesuap nasi untuk perutku
aku binatang jalan, terseok-seok di pinggir jalan sambil memelas kepada kalian
jangan berpaling wajah, hai orang-orang, tanganku sudah lama terjulur kepadamu;ulurkan saja sedikit belas kasihanmupadahal hartamu berlimpah, sedikit saja takkan mengurangi kekayaanmu
jangan menghinaku, mungkin saja suatu hari kamu bernasib sama




menanti jawaban kekasihsungguh buatku jengah..yang ditunggu tiada tampakhanya bayangan pelipur lara
dimanakah keberadaanmu kasihsaat hati lirih mengusiksenja semakin meratapakan kepastian cintamu
sapalah aku disinimenanti rindu kekasih hatisang dewi nan cantikdatanglah hanya padaku



kemarin..jiwaku beku, bisurasa ingin teriak meradangserasa tak berdaya, pilu..
kemarin..kucoba tengadahmenyeka air mata yang tersisabak merayapku tak lelahentah..apakah beraduataukah asa yang masih adatak mau menyesali
kini..tiada ragu, kutegapnaluri bak mati surisangat tak berarti merataptak kan selamanya senduaku tak pernah sendiri


..bila hari nanti datang lagikan ku pegang erat-erat tangan mu….cinta yg kau berikantak bisa hilang di hati ku..bila itu hany membuat ku sakit hati



hmm…hidup ini apa sih…kadang pertanyaan itu susah dijawabingin itu,ingin ini serba ingin…sampai tidak tahu keinginan sendiri
hmm…lakonmu apa sih…bisa jadi pria atau wanita..kadang wanita ingin jadi priayang pria ingin jadi wanita
hmm…lebih baik diam atau bicara…kamu pilih yang manatidak perlu bingung yajawabannya:kamu perlu keduanya…


” PERPISAHAN ”Apa yang kita pertaruhkanpada pertemuan…..???jika bertemu di muaraair mata..tak ada khan….!!!
Cukuplah…biarkan akumembuat batas jarak perjalananbiarkan akumencintaimu dalam perpisahan
Bila kesendirian inibisa mempertemukan akupada kenyataan…biarkan saja tetap beginitak perlu kau tinggalkan bayang
aku menyepi..bahagia dalam sendiri…



Selasa, 10 Februari 2009

Sex Itu Apa Sih?

Suatu pagi seorang anak yang baru masuk sekolah dasar bertanya kepada ayahnya, “Yah… ayah… sex itu apa sih, yah…?”
Terperanjat si ayah mendengar pertanyaan si Upik. Terbayang dia tentang arus modern zaman sekarang yang membuat manusia berpikiran terbuka, termasuk anak yang masih kecil.
Sesuai dengan konsep pendidikan seks yang sedang hangat dibicarakan, mulailah si ayah mencari-cari jawaban yang sesuai dengan umur dan harapan anaknya yang ia harapkan tak mau tertinggal dalam arus pendidikan modern.
Maka si ayah pun mulai memberikan jawaban dengan mengkiaskan kumbang dan bunga, telur yang yang menetas berudu dan kemudian menjadi katak, hujan serta benih yang berkembang menjadi tunas, diikuti dengan pembentukan bayi dalam kandungan.
Sebelum mengakhiri semua jawaban itu, si ayah menyelipkan juga kisah percintaan antara ia dan mamanya sejak dari zaman sekolah menengah hingga sampai kelahiran seorang bayi comel yaitu si anak yang bertanya itu. Tiba-tiba si anak menangis terisak-isak. Si ayah keheranan.
“Eh kenapa nak…?”
Si ayah bertanya keheranan. Tetapi si anak masih tetap menangis.
“Jawabanya panjang amat… hu… hu… hu, terus di mana tempat untuk nulis jawabannya? Ayah aja deh yang nulis jawabannya!!! Hu… hu… hu…”
Si Upik lantas menyerahkan buku latihan Bahasa Ingris yang pada mukadepannya tertulis…